Manfaat Memelihara Kucing Bagi Anak




Terlepas dari Pro Kontra tentang memelihara kucing, ternyata hal ini memiliki manfaat untuk anak. Bahkan ada pula untuk anak berkebutuhan khusus loh.  Apa saja manfaat memelihara kucing bagi anak? Check this out.

Tapi sebelum itu,  yuk support chanel ini dengan subscribe dan hidupkan notifikasinya supaya kamu ga ketinggalan video seru lainnya. like dan share kalo suka sama videonya.

Dilansir dari theasianparent.com Binatang peliharaan mengajarkan anak nilai-nilai kebaikan. Bergaul bersama binatang peliharaan mengajarkan anak untuk mengenal tanggung jawab. Ia belajar bahwa binatang juga butuh makan, mandi, bermain dan perhatian seperti dirinya. Dilansir dari IDN times, anak yang memelihara kucing akan terbiasa membagi waktunya untuk peliharaannya. Melakukan tanggung jawab pada kucingnya akan membuat anak menumbuhkan perasaan kasih sayang, perhatian serta empati kepada sesama makhluk hidup. Kebiasaan ini yang pada akhirnya membuat anak terbiasa melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa mengharapkan imbalan. Selain itu, ini juga akan melatih disiplin anak. Mereka akan belajar membersihkan kandang secara rutin, juga perihal makanan tentu anak akan terbiasa memberi makan sesuai waktunya. Hal inipun dikonfirmasi oleh seorang dokter anak, Angela Maharani kepada CNN Indonesia. Menurutnya “Selain fisik, memelihara kucing bagi anak juga melatih ia untuk disiplin dan menumbuhkan empati karena harus merawat makhluk hidup, jadi mereka sedari dini sudah dilatih untuk berbagi dengan makhluk hidup”.

Dilansir dari IDN Times,  anak yang memelihara kucing dapat menumbuhkan emosi positifnya. Anak akan merasa lebih ekspresif kepada kucing dan akan membuatnya menjadi lebih bahagia. Contohnya saat anak mengusap kucing dengan penuh kasih sayang dapat mentransfer banyak emosi positif. Kenapa memelihara kucing bisa meningkatkan kadar bahagia? Ini karena hormone oksitosin atau hormone cinta dalam tubuh meningkat. Pada gilirannya, hal ini akan menghindarkan anak dari stress. Menurut dokter anak, Angela Maharani kepada CNN Indonesia “Ketika manusia bermain dengan kucing dan sang hewan mengeluarkan suara dengkuran, maka dengkuran itulah yang bermanfaat bagi kucing dan manusia”.  Dengkuran kucing diketahui memiliki frekuensi 20 hingga 150 hz, yang kemudian mendorong tubuh kucing mengeluarkan hormone endorphin pemicu rasa bahagia. Namun frekuensi itu pula, yang ditangkap oleh manusia dan diterjemahkan sebagai “terapi” dalam memunculkan rasa tenang serta santai. Psychosom Med, 2002 menyebutkan bahwa Denyut jantung dan tekanan darah orang yang memelihara kucing dan anjing lebih baik dibandingkan bukan pemelihara. Denyut jantung mereka berada di bawah ambang stress.

Selain itu, anak juga bisa terhindar dari rasa kesepian. Kucing bisa menemani kesehariannya dan ia bisa menjadikan kucing sebagai “teman” curhat yang tidak pernah menghakimi. Dilansir dari Asianparent.com, riset menyebutkan bahwa saat anak membacakan buku keras-keras kepada pendengar yang tidak punya sikap menghakimi seperti hewan, ia akan belajar membangun rasa kepercayaan dirinya.

Binatang peliharaan juga baik untuk meningkatkan imun anak. Hal ini akan meminimalisir resiko alregi pada anak. Keberadaan bakteri yang datang dari kucing justru merangsang sistem imun pada anak. Dengan terbiasanya anak berada di sekitar kucing atau hewan peliharaan lainnya membuat sistem kekebalan tubuh anak akan terbiasa memerangi bakteri yang menghampiri tubuhnya. Hal ini dikonfirmas pula oleh dokter anak Angela Maharani kepada CNN Indonesia “dan anak kecil yang tumbuh dikelilingi hewan yang terawat dengan baik biasanya punya daya tahan tubuh lebih baik dibandingkan anak yang tumbuh tanpa ada hewan”. “keberadaan bakteri di lingkungan sekitar, termasuk dari kucing justru menjadi “umpan” bagi sistem imun si anak. Sel darah putih dan antibody di dalam tubuhnya akan terbiasa memerangi bakteri.

Sebenarnya meski terkesan kotor, kucing adalah hewan yang bersih dan menyukai kebersihan. Kucing secara alami memiliki pembersih debu dan kuman di lidah dan liur yang ia gunakan saat membersihkan tubuh. Tentang ini akan kita bahas di video yang terpisah ya temen-temen.
Tidak hanya bermanfaat bagi anak pada umumnya, memelihara kucing juga dapat menolong anak dengan gejala autism. Dilansir dari IDN Times, membiarkan anak pre-autism dan post-autism bermain dengan kucing dapat menstimulasi saraf mereka menjadi lebih stabil. Manusia yang melakukan komunikasi dengan hewan peliharaan akan menciptakan interaksi sosial. Oleh karena itu kucing dapat dijadikan media sebagai terapi untuk anak-anak dengan gejala autism. Mengenai hal ini akan kita bahas mendalam pada pembahasan lainnya.

Nah, jadi ternyata banyak sekali manfaat yang bisa anak dapatkan dari memelihara kucing loh teman-teman. Masih takut untuk membiarkan anak memelihara kucing?. Sampai di sini dulu video kita kali ini, sampai jumpa di video berikutnya. Bye.

Comments

Popular Posts